Rabu, 19 Maret 2014

VERIFIKASI KELOMPOK SPP KEC. ULU ERE KABUPATEN BANTAENG

Ulu Ere, (RBM), (15/2/2014) Kegiatan Verifikasi Kelompok Simpan Pinjam Khusus Perempuan (SPP), oleh Tim Verifikasi kecamatan Ulu Ere telah selesai dilaksanakan di 6 (Enam) desa yang tersebar di Kecamatan Ulu Ere. Keenam desa yang dimaksud adalah Desa Bonto Tangnga, Desa Bonto Marannu, Desa Bonto Lojong, Desa Bonto Daeng, Desa Bonto Tallasa, dan Desa Bonto Rannu. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu (14 s/d 20 feb 2014).
Tim Verifikasi Kecamatan Ulu Ere sebanyak 4 (Empat) orang dengan berbagai latar belakang pekerjaan dan keahlian. Keempat Tim Verifikasi tersebut adalah Nurbaya (Wakil
Masyarakat), Ika Nurlaela (KPMD), Arif Rani (KPMD) dan Muhammad Amir (Sentrawan).
Seperti yang diungkapkan oleh Nurbaya (35) via telepon bahwa dalam proses pelaksanaan verifikasi Kelompok Simpan Pinjam Khusus Perempuan tahun ini, hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana kendala yang dihadapi oleh Tim Verifikasi adalah ketidak hadiran anggota kelompok pada saat kunjungan.
Ketidakhadiran anggota kelompok Simpan Pinjam dalam kegiatan verifikasi kelompok, disebabkan karena ada anggota kelompok yang sakit, selain itu adanya kegiatan anggota kelompok yang mendesak sehingga tidak menyempatkan diri untuk hadir dalam proses verifikasi yang dilaksanakan oleh Tim Verifikasi tersebut.
Tim Verifikasi Kecamatan Ulu Ere telah menyepakati adanya sanksi bagi setiap anggota kelompok SPP yang tidak hadir dalam kegiatan verifikasi tersebut. Sanksi yang dimaksud adalah pengurangan jumlah pinjaman yang diusulkan oleh anggota kelompok.
Sedangkan untuk keterlibatan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dalam proses pelaksanaan verifikasi kelompok masih dianggap minim oleh Tim Verifikasi. Hal ini ditandai dengan
kurangnya partisipasi TPK untuk hadir dalam kegiatan tersebut.
“Biasanya TPK disetiap desa terlambat hadir dalam kegiatan verifikasi, untungnya ada teman-teman KPMD yang selalu standby di desa, sehingga kami tidak kesulitan dalam mengidentifikasi anggota kelompok SPP yang ada di desa” ungkap Nurbaya mengakhiri pembicaraanya. (SI)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar